Kepri Economic Forum 2026 Dorong Pariwisata Premium dan UMKM Naik Kelas untuk Perkuat Ekonomi Daerah

22 Oktober 2026, 15:40 WIB 21 kali dibaca
Kategori : Berita Lainnya

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus mendorong penguatan daya saing pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai upaya meningkatkan nilai tambah serta memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Kepri Economic Forum 2026 yang berlangsung pada 21–22 Oktober 2026 di Aston Tanjungpinang Hotel & Conference Center. Mengusung tema besar "Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi Kepri melalui Penguatan Daya Saing Pariwisata dan UMKM", forum strategis tahunan ini mempertemukan unsur pentahelix (pemerintah, pelaku industri, akademisi, komunitas, dan media) guna merumuskan arah kebijakan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas strategi pengembangan UMKM, optimalisasi kebijakan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB), serta pengembangan pariwisata premium yang terintegrasi dengan potensi ekonomi lokal.

Dalam pemaparan mengenai strategi kebijakan UMKM naik kelas, Ali Manshur, Asisten Deputi Pembiayaan dan Investasi Usaha Kecil pada Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, menekankan pentingnya penguatan kapasitas usaha, akses pembiayaan, investasi, dan perluasan pasar agar UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.

78533.pngSelanjutnya, materi mengenai optimalisasi kebijakan dan tata laksana KPBPB menyoroti pentingnya kemudahan berusaha serta perluasan akses pasar bagi UMKM. Optimalisasi kebijakan kawasan diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas usaha dan memperkuat keterhubungan UMKM dengan kegiatan industri maupun perdagangan.

Dari sisi pariwisata, Gracia Billy Mambrasar, dosen dan peneliti ekonomi di Politeknik Negeri Batam, memaparkan strategi mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Kepri melalui penguatan daya saing pariwisata dan UMKM. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi perlu diikuti dengan perluasan kesempatan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta penguatan rantai pasok lokal.

Sementara itu, Eddo Nanda Oktarici, M.Sc., dari Tim Kajian Pengembangan Pariwisata Premium Kepri, menyampaikan materi “Pengembangan Pariwisata Premium Kepri dalam Dinamika Wisata Lintas Batas.” Paparan tersebut menyoroti peluang Kepri untuk beralih dari orientasi peningkatan jumlah kunjungan menuju peningkatan nilai ekonomi dari setiap kunjungan wisatawan.

Strategi yang diusulkan meliputi peningkatan lama tinggal wisatawan, pengembangan paket wisata lintas wilayah, penguatan wisata bahari, golf, wellness, gastronomi Melayu, serta wisata budaya dan sejarah. Batam dan Bintan dapat dikembangkan sebagai gerbang utama, sementara Tanjungpinang, Lingga, Karimun, Natuna, dan Anambas diperkuat melalui karakteristik serta potensi unggulan masing-masing.

Pengembangan pariwisata tersebut juga perlu melibatkan UMKM secara lebih luas, antara lain melalui pemasaran produk lokal, penyediaan kuliner dan suvenir di hotel maupun resor, perluasan penggunaan pembayaran digital, serta peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha lokal.

Sejalan dengan arah pembangunan Provinsi Kepulauan Riau, forum ini menegaskan pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan untuk memperkuat daya saing daerah, menciptakan iklim usaha yang kondusif, dan memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Tindak lanjutnya perlu diarahkan pada program yang terukur, koordinasi lintas sektor, serta keterlibatan aktif pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, akademisi, dan UMKM.

Melalui Kepri Economic Forum 2026, diharapkan lahir rekomendasi dan langkah kolaboratif yang mampu memperkuat ekosistem pariwisata dan UMKM, meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor: Darma Satria
Isi Survei SKM