Biro Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau menerima kunjungan dan melaksanakan sharing session bersama perwakilan Pemerintah Kota Batam dalam rangka berbagi pengalaman terkait pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), penguatan inklusi keuangan, serta strategi peningkatan perekonomian daerah.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana diskusi dan pertukaran informasi tersebut membahas berbagai program yang telah dijalankan masing-masing daerah, khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan UMKM melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Dalam diskusi tersebut disampaikan bahwa TPAKD menjadi salah satu wadah strategis dalam mendorong peningkatan akses keuangan masyarakat, literasi keuangan, serta pengembangan sektor UMKM melalui sinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Perwakilan peserta juga berbagi pengalaman mengenai pelibatan UMKM dalam berbagai kegiatan pemerintah, termasuk pasar murah, operasi pasar, dan event daerah. Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaannya, seperti keterbatasan anggaran dan dukungan operasional yang diperlukan oleh pelaku UMKM untuk berpartisipasi dalam kegiatan promosi dan pemasaran produk.
Dalam kesempatan tersebut, peserta mendiskusikan pentingnya membangun kolaborasi lintas perangkat daerah guna menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM. Selain itu, kegiatan pemerintah yang melibatkan masyarakat dinilai dapat menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan produk UMKM sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal.
Perwakilan Kota Batam turut memaparkan perkembangan perekonomian daerah yang saat ini didukung oleh tingginya aktivitas sektor pariwisata. Meningkatnya jumlah wisatawan, khususnya dari Singapura dan Malaysia, memberikan dampak positif terhadap sektor perhotelan, perdagangan, kuliner, dan jasa, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah.
Potensi tersebut dinilai dapat menjadi peluang besar bagi pengembangan UMKM, terutama dalam memasarkan produk-produk unggulan daerah kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif dan berdaya saing.
Melalui kegiatan sharing session ini, diharapkan terbangun kerja sama dan pertukaran pengalaman yang dapat menjadi referensi dalam penyusunan program-program pengembangan UMKM, peningkatan inklusi keuangan, serta penguatan perekonomian daerah di Provinsi Kepulauan Riau.