Langkah nyata dalam mengawal keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) serta memperkuat transparansi data ekonomi daerah terus dipacu di Kepulauan Riau. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau berkolaborasi dengan Biro Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Provinsi Kepulauan Riau menginisiasi program kolaboratif bertajuk "Ngisi Bareng" (Ngibar). Pendampingan tatap muka (luring) ini difokuskan secara khusus untuk mendampingi tiga entitas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) utama binaan Pemprov Kepri yakni PT Pembangunan Kepri (Perseroda), PT Pelabuhan Kepri (Perseroda), dan PT Energi Kepri (Perseroda) dalam menyelesaikan proses pengisian kuesioner SE2026 secara akurat, efisien, dan mandiri. Kegiatan strategis yang dihadiri langsung oleh Plt. Kepala Biro Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kepri ini menekankan pentingnya sinergi antarinstansi pemerintah dalam merespons dinamika pembangunan nasional yang berbasis data. Melalui kehadiran Tim Pelaksana SE2026 dari Bidang Manajemen Lapangan BPS Provinsi Kepri, para perwakilan BUMD tidak hanya mendapatkan panduan dan arahan teknis tata cara pengisian, tetapi juga solusi langsung atas berbagai kendala teknis yang dihadapi saat menginput data. Langkah mendalam ini bermaksud untuk menjamin bahwa seluruh indikator usaha dan profil bisnis yang terdaftar benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan tanpa ada bias pencatatan. Bagi kuesioner yang memerlukan klarifikasi lanjutan, koordinasi berkala juga tetap dijalankan secara daring untuk memastikan seluruh berkas terisi lengkap tepat waktu. Langkah pendampingan khusus bagi sektor BUMD ini dinilai sangat krusial mengingat posisi BUMD sebagai aktor penggerak ekonomi daerah dan perpanjangan tangan pemerintah dalam pembangunan. Ketepatan dan keberhasilan BUMD dalam mengisi kuesioner Sensus Ekonomi tidak sekadar mempercepat tingkat keterisian data (response rate), melainkan turut menjaga agar peta kekuatan ekonomi Kepulauan Riau tidak terdistorsi. Dengan data yang valid dan tepercaya, perumusan kebijakan pembangunan daerah maupun nasional dapat dirancang lebih presisi dan tepat sasaran.
Melalui inovasi pendampingan Ngibar ini, BPS Kepri dan Biro Ekbang berhasil membangun model tata kelola pendataan yang modern, inklusif, dan responsif terhadap perkembangan zaman. Selain memberikan kemudahan teknis bagi pelaku usaha, program ini sekaligus menumbuhkan kesadaran serta literasi statistik bahwa partisipasi aktif setiap unit usaha merupakan wujud nyata kontribusi bagi perencanaan masa depan daerah.