BATAM – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mendorong penguatan sinergi lintas sektor dalam pemanfaatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) untuk memperluas akses keuangan, mendorong pembiayaan sektor produktif, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Kepulauan Riau Bidang Ekonomi dan Pembangunan, yang mewakili pimpinan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, dalam Forum Sinergi Pengembangan Ekonomi Daerah melalui Pemanfaatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) di Batam, Senin (31/8/2026).
Dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, kegiatan tersebut turut dihadiri Plt. Kepala Biro Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau serta Analis Kebijakan Madya pada Biro Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau.

Forum yang berlangsung di Batam Marriott Hotel Harbour Bay tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, industri jasa keuangan, pelaku fintech, dunia usaha, perguruan tinggi dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengembangan ekonomi daerah.
Dalam sambutan yang disampaikan, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan menegaskan bahwa transformasi digital perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Transformasi digital harus kita tempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks tersebut, Inovasi Teknologi Sektor Keuangan atau ITSK memiliki posisi yang sangat strategis,” ujarnya.
Menurutnya, ITSK tidak hanya berkaitan dengan aplikasi keuangan, pembayaran digital maupun perkembangan fintech. Pemanfaatan teknologi juga dapat diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan, meningkatkan efisiensi transaksi, memperkuat daya saing pelaku usaha dan memperluas inklusi keuangan.
Hal tersebut dinilai relevan dengan karakteristik Kepulauan Riau sebagai provinsi kepulauan yang masyarakatnya tersebar di banyak pulau dan berada pada posisi strategis di jalur perdagangan internasional. Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu memperpendek jarak dan membuka akses layanan keuangan serta peluang pasar yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk UMKM di wilayah pulau-pulau kecil dan kawasan perbatasan.
Pemprov Kepri juga mendorong agar peningkatan transaksi digital diikuti dengan digitalisasi usaha, mulai dari pembukuan, pemanfaatan data transaksi, pemasaran digital hingga akses pembiayaan. Dengan demikian, transaksi digital tidak hanya memberikan kemudahan pembayaran, tetapi dapat menjadi pintu masuk menuju ekosistem pembiayaan yang lebih inklusif.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2026, indeks inklusi keuangan Kepulauan Riau mencapai 98,43 persen, termasuk salah satu yang tertinggi di Indonesia. Capaian tersebut menjadi dorongan untuk terus memperkuat literasi, edukasi dan perlindungan konsumen agar masyarakat semakin cerdas dalam memanfaatkan layanan keuangan digital.
Dalam forum tersebut, pembahasan juga diarahkan pada penguatan pembiayaan UMKM melalui Strategic FGD: Sinergi Lintas Sektor untuk Meningkatkan Pembiayaan UMKM dalam rangka Pengembangan Ekonomi Daerah Kepulauan Riau, serta Technical FGD: Pemanfaatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan dalam Mendukung Ekosistem Keuangan dan Ekonomi Daerah.
Pemprov Kepri mendorong agar forum tersebut menghasilkan langkah konkret, terutama dalam mempercepat digitalisasi UMKM, memperluas pembiayaan berbasis teknologi bagi sektor produktif seperti UMKM, perikanan, pertanian, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta memperkuat ekosistem pembayaran digital dan digitalisasi transaksi pemerintah daerah.
“Kita ingin masyarakat Kepri menjadi masyarakat yang melek digital sekaligus cerdas secara finansial,” ujar Andri Rizal.
Melalui forum ini, Pemprov Kepri berharap sinergi antarpemangku kepentingan semakin kuat sehingga pemanfaatan ITSK dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan ekonomi daerah, peningkatan daya saing UMKM, perluasan akses pembiayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Riau