Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menghadiri kegiatan Seremonial Pelepasan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut di Pelabuhan Batu Ampar, Batam. Kehadiran Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemenuhan kebutuhan uang Rupiah layak edar bagi masyarakat di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) di Provinsi Kepulauan Riau.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (Rony Widijarto P), Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau (Andri Rizal, S.E., M.M), Deputi Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (Gatot Dwi Purwanto) Wakil Komandan Komando Daerah Angkatan Laut IV Batam (Laksamana Pertama TNI Ketut Budiantara, S.E., M.Han), Komandan KRI Beladau-643 (Letkol Laut (P) Akbar Suthawijaya Malik, S.H., M.Tr.Opsla), Sekretaris Daerah Kota Batam (Firmansyah, S.Sos., M.Si), serta jajaran Forkopimda Provinsi Kepulauan Riau dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau menegaskan pentingnya menjaga ketersediaan uang Rupiah layak edar hingga ke wilayah kepulauan dan daerah 3T. Ia menyampaikan bahwa Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan wujud sinergi antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan negara melalui penyediaan uang Rupiah yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, kehadiran Rupiah yang berkualitas di seluruh pelosok negeri merupakan bagian penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat simbol kedaulatan bangsa.
Mewakili Gubernur Kepulauan Riau, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Andri Rizal, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut atas sinergi yang terus terjalin dalam menghadirkan layanan kas kepada masyarakat di wilayah kepulauan. Ia menyambut baik pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2026 yang akan menjangkau lima pulau terluar di Kepulauan Riau, yaitu Tarempa, Midai, Pulau Subi Besar, Pulau Tambelan, dan Pulau Singkep.
Menurutnya, program ini memiliki manfaat yang sangat strategis bagi masyarakat Kepulauan Riau. Selain menjamin ketersediaan uang Rupiah layak edar, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat inklusi keuangan, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta mempertegas kehadiran negara di wilayah perbatasan. "Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyambut baik pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi pelepasan kapal secara simbolis yang dilakukan oleh Gubernur Kepulauan Riau yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Andri Rizal, S.E., M.M., didampingi pejabat Bank Indonesia, unsur Komando Daerah Angkatan Laut IV, serta jajaran Forkopimda Provinsi Kepulauan Riau. Pelepasan ini menandai dimulainya pelayaran Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2026 untuk melayani masyarakat di wilayah kepulauan dan perbatasan Kepulauan Riau.
Melalui kolaborasi yang erat antara Bank Indonesia, TNI Angkatan Laut, Pemerintah Daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan kebutuhan uang Rupiah layak edar masyarakat dapat terpenuhi secara optimal, sekaligus memperkuat pemerataan layanan keuangan dan mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif di seluruh wilayah Kepulauan Riau.